Minggu, 02 Desember 2018

Keberuntungan?


Kata orang, aku cukup beruntung.
Benarkah?

Bagiku, aku hanya beruntung untuk mendapatkan sesuatu
 tetapi tidak saat menjalankan yang katanya keberuntungan itu

Sedikit hal dalam hidupku, yang kudapatkan tanpa usaha berarti mempunya jalan yang lurus.
Bahkan banyak sekali penderitaan yang kualami akan segala sesuatu yang kumiliki.

Orang yang tidak tau menau pasti akan menilai berapa bahagianya.
Ingatlah, dibalik bahagia selalu ada derita, dan sebaliknya
Bagai akuntansi,, hidup juga begitu, tidak ada hal yang ++
Bagiku dibalik semua + selalu ada sebuah -

Sebenarnya, pada intinya yang mau kukatakan adalah, tidak ada hal yang memiliki kenyataan selalu baik saja. Dibalik suatu kejadian, selalu ada titik kejadian lainnya.
Karena aku juga salah satu orang yang memegang prinsip
Kalo aku mau senang pasti harus ada derita sebagai biaya.

Marilah sadari hidup juga bisa seimbangan, agar saat mendapat sesuatu yang negative dalam hidup kita semua bisa memaknai dan kembali menjadi lebih hebat berikutnya.

Akhir kata, mungkin saya beruntung di beberapa hal, tapi dalam pelaksanaan hal seperti itu, takjarang penderitaan yang menderu di batin ini.


Aku

Aku
Bukan tentang puisi karya chairil anwar tapi sedikit tentang diri ini.

Mungkin awalnya aku ingin menceritakan sedikit tentang apa yang tak pernah bisa kutuangkan dankuceritakan dalam perkataan kepada manusia lain,tapi bahkan dalam tajuk seperti ini banyak yang tidak akan dimengerti, hanya terbalut dalam bungkusan keambiguan, tentang aku yang tidak pernah bisa membagi berbagai keresahan dalam hati.

Tidak tau kenapa, satu pikiran yang selalu ada di pikiranku adalah,  semua orang hanya peduli dengan dirinya sendiri, bagiku tidak akan ada gunanya menceritakan cerita yang tidak mengandung tawa atau tepatnya cerita tentang segala kebingungan, kelelahan, keresahan, ketakutan, didalm hati. Di dalam pikiran ini, mereka tidak benar-benar peduli, dan mereka juga pasti memiliki masalah sendiri takperlu kutambah beban mereka dengan masalahku yang bahkan mungkin tidak akan menguntungkan atau merugikan mereka.

Seperti itulah, oleh karena itu aku lebih suka memendamnya sendirian, berbicara dalam hati sendiri, bincng antara hati dan pikiran, mencoba memecahkan sendiri, tanpa orang harus tau kau sedang dalam keadaan yang tidak baik. Semacam tidak perlu bagiku orang lain melihat kau sedang bingung, resah, kesulitan, dan lainnya. Terkadang pikiran dan hati tidak pernah bisa mau diam, mungkin terlalu sering diri ini melibatkan mereka. Semua yang terpendam itu sebenarnya amat terasa, seperti sesuatu ditahan yang mungkin pada waktunya akan pecah. Ya, aku juga tidak memiliki control emosi yang baik. Oleh karena itu kadang aku memilih tidak peduli akan hal-hal yang bisa membuat ku melampiaskan emosi, emosi yang sudah sangat lama terpendam didalam hati.

Hari ini, aku memutuskan menuliskan sedikit, hanya sedikit, penuhnya juga kalian tak berhak tau. Aku yang tidak suka orang lain tau apa yang sebenarnya aku rasakan, aku hannya ingin membawa keceriaan, biar aku tidak begitu bahagia, tapi banyak manusia lainnya bisa bahagia akan aku. Bermanfaat indah rasanya, walau sebenarnya pilu yang kau pelihara menunggu untuk dihangatkan.

Siapapun yang membaca, harap diabaikan. Hanya ingin berbagi sedikit. Bukan untuk kalian resapi tapi untuk aku resapi.




Bintaro, 2 Desember 2018
-DAS

Keberuntungan?

Kata orang, aku cukup beruntung. Benarkah? Bagiku, aku hanya beruntung untuk mendapatkan sesuatu  tetapi tidak saat menjalankan yang k...